PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Puncak acara Festival Literasi Rahmah El Yunusiyyah (FLR) Tahun 2026 berlangsung khidmat di Aula Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Rabu (21/10).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang bersama Diniyyah Literacy Center (DLC) dan Perpustakaan Zainuddin Labay El Yunusy sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.
Hadir dalam kegiatan ini Kemenag Kota Padang Panjang, diantaranya Kakankemenag, Mukhlis M., Kasubbag TU, Endang Sriyani, Kasi Penmad, Emi Ratna Aprilana, dan Pengawas Madrasah.
Selain itu, hadir Kakanwil Kemenag Provinsi Sumbar, Mustafa, Wali Kota diwakili Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, beserta OPD terkait. Teristimewa hadir juga Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Nurmatias. Sebagai tuan rumah, hadir Fauziah Fauzan El Muhammady beserta jajaran.
Festival yang diikuti oleh 583 peserta ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya menumbuhkan minat baca, mengembangkan kreativitas, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan mengapresiasi sastra serta budaya Indonesia.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Prov. Sumatera Barat, Martius menyampaikan bahwa kegiatan festival literasi ini dapat menjadi salah satu upaya melahirkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas dan mampu menghadapi tantangan zaman.
"Ini bisa menjadi salah satu strategi kita untuk melahirkan generasi penerus yang cerdas, baik, berkarakter, dan berwawasan luas. Semoga dari kegiatan yang diadakan oleh Perguruan Diniyyah Puteri ini mampu melahirkan tokoh hebat seperti Ibunda Rahmah El Yunusiyah," katanya.
Martius berharap melalui festival literasi, generasi muda mampu mengenal sejarah, budaya, dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan teknologi. Tentunya semuanya ini harus ada kolaborasi, kerjasama, pengenalan, dan upaya bersama dari seluruh pihak. Dengan ini juga diharapkan bangsa Indonesia nantinya mampu menyaingi negara maju dan berkembang pada kancah Internasional.
Sementara itu, Mustafa, Kakanwil Kemenag Provinsi Sumbar mengatakan bahwa literasi yang diwariskan oleh Rahmah El Yunusiyah bukan sekedar kecakapan membaca teks, melainkan literasi kebudayaan dan kebangsaan.
"Kemenag memandang bahwa kebudayaan dan agama adalah dua entitas yang saling menguatkan, bukan mengeliminasi. Agama memberikan kita arah moral dan spiritual, sementara kebudayaan menjadi wadah ekpresi dan bahasa kearifan lokal," ujarnya.
Beliau berpesan agar santri dan peserta festival dapat menjadikan sosok Ibu Rahmah El Yunusiyah sebagai role model. "Teruslah membaca, menulis, berkarya, dan menjaga akar kebudayaan Minangkabau serta nilai keislamannnya," tegas Kakanwil.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, mengatakan kegiatan festival literasi ini turut menjadi ruang yang dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cakap dalam membaca, tetapi bijak dalam bercakap, berperilaku, dan bertumbuh. Ia juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kota dalam mewujudkan generasi yang cinta literasi, saling menghargai, dan senang membaca.
Dengan kehadiran Kakankemenag Kota Padang Panjang beserta jajaran pada puncak festival tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pemahaman literasi bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk menjadikan literasi tidak hanya peringatan sejarah, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.*

0 Komentar