PADANG PANJANG, kiprahkita.com –ISBI Aceh tadi malam (21/10/2026) tampil maksimal dengan karya berjudul "Seumaloe: Akal dan Tubuh" dalam pergelaran Karya Unggulan dalam rangkaian kegiatan Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-13 di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI Padangpanjang. Ujar Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn Ketua Pendirian ISBI Aceh yang pada tahun 2012 diberikan mandat kepada ISI Padangpanjang.
Dosen Jurusan Seni Teater yang Juga Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat mengatakan, senang dan bangga atas pertunjukan yang berangkat dari Kearifan lokal Ke-Aceh-An. Pertunjukan tersebut berkolaborasi antara mahasiswa dengan dosen lewat Komposer Riski Mona Dwi Putra mengawinkan Guel kesenian Gayo dengan Rapai Pasee, dan vokal, serta Monolog. Karya kolaboratif ini menggugah ruang kreatif dan akademik saya karena tercapai sudah tujuan kami para pendiri kampus ini yang kebetulan saya sebagai Ketua Panitia pendirian Kampus ISBI Aceh. Paparnya.
![]() |
| Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn Ketua Pendirian ISBI Aceh |
Sulaiman Juned menambahkan, Pertunjukan kolaboratif seperti ini perlu terus digelar dan menjadi konseptual yang khas dari setiap pertunjukan ISBI Aceh. Kompleksitas musikal- musikal yang ada di Aceh menjadi sangat menarik apalagi dalam pertunjukannya yang berkolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Ini pelajaran lewat karya seni yang perlu terus di gelar agar bermanfaat dan menjadi transformasi marol bagi masyarakat Aceh baik yang berada di Aceh maupun yang berada di luar Aceh. Inilah dahulu dimasa pendirian awal yang membuat saya berjuang sekuat tenanga bersama seluruh tim pendirian baik yang berada di Aceh maupun di Padang Panjang kampus seni ini harus berdiri di Aceh. Saya beserta kawan-kawan trntu tidak mau gagal ISBI tidak jadi berdiri di Aceh. Papar Budayawan Aceh yang berdomisili di Minangkabau
Sulaiman juga sangat berharap agar ISBI Aceh melalui adik-adik mahasiswa dan dosen agar terus merawat kekayaan lokalitas Aceh menjadi karya-karya monumental. Terima kasih adik-adik telah membuat kami para pendiri berbangga hati karena telah mampu merealisasikan cita-cita awal pendirian ISBI Aceh. Rawat dan jagalah itu. Tutur Sastrawan dan Sutradara Teater itu. (Soerya)

0 Komentar