KABUPTEN SOLOK, kiprahkita.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, berencana memindahkan pusat pemerintahan dari kawasan Arosuka setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang pada September 2026.
Rencana pemindahan itu muncul setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap potensi risiko bencana yang dinilai dapat kembali mengancam kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mengembalikan pusat pemerintahan ke Koto Baru, lokasi yang sebelumnya pernah menjadi pusat pemerintahan daerah.
Pemindahan tersebut dinilai menjadi salah satu pilihan yang lebih efisien dibandingkan membangun kembali sejumlah fasilitas pemerintahan di kawasan yang memiliki potensi risiko bencana.
Saat ini, Pemkab Solok masih menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi dari para ahli, terutama berkaitan dengan aspek tata ruang dan mitigasi bencana. Kajian tersebut diperlukan agar keputusan pemindahan pusat pemerintahan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan administratif, tetapi juga aspek keselamatan dan keberlanjutan kawasan.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin, 21 September 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Bencana tersebut berdampak cukup besar terhadap kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Selain merusak permukiman warga, material banjir dan reruntuhan juga menerjang 11 kantor pemerintahan. Akses jalan di kawasan tersebut turut lumpuh akibat material yang terbawa arus.
Peristiwa tersebut juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang tersebut.
Banjir bandang di Arosuka kemudian menjadi momentum bagi Pemkab Solok untuk mengevaluasi kembali keberadaan pusat pemerintahan dari perspektif kebencanaan. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada pilihan antara melakukan pembangunan kembali di lokasi yang sama atau mencari kawasan baru yang dinilai lebih aman.
Rencana kembali ke Koto Baru pun masih berada dalam tahap pembahasan. Berbagai pertimbangan teknis, tata ruang, kebencanaan, hingga masukan para ahli akan menjadi bagian dari proses sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Bagi Pemkab Solok, evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan dampak banjir bandang, tetapi menjadi langkah jangka panjang untuk memastikan pusat pemerintahan berada di kawasan yang aman, tertata, dan mampu mendukung pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.KOMPAS.TV Pemkab Solok, Sumatera Barat berencana untuk memindahkan pusat pemerintahan usai banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.*

0 Komentar