![]() |
infopublik.id |
SOLOK, kiprahkita.com - Personil gabungan masih berjibaku mencari korban tertimbun longsor, di pertambangan emas ilegal Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat.
Terkonfirmasi ada belasan korban meninggal dan berkemungkinan masih ada yang belum ditemukan. Faktor cuaca dan sulitnya akses ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), menjadi kendala yang menghambat laju pergerakan personil gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan, berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, struktur tanah yang labil turut berkontribusi terhadap terjadinya longsor.
Dari 15 korban meninggal, empat orang telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, sementara tujuh lainnya masih dalam proses pencarian. Peristiwa ini juga mengakibatkan tiga orang luka berat.
Menurutnya, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta dukungan warga setempat, masih melakukan upaya pencarian dan pertolongan. "Kondisi medan yang terdampak longsor dan lokasi kejadian yang sulit diakses memperlambat operasi pencarian dan penyelamatan," ungkap Abdul Muhari.
BNPB mengimbau seluruh personel yang terlibat serta warga setempat untuk tetap berhati-hati selama operasi, mengingat adanya potensi longsor susulan dan kondisi tanah yang berlumpur.
Hujan deras masih berlanjut di wilayah Kecamatan Hiliran Gumanti hingga Sabtu (28/09/2024), dengan potensi cuaca buruk yang dapat memperburuk situasi di lapangan.
Sabtu dinihari, otoritas kebencanaan di Kabupaten Solok merilis, untuk mencapai lokasi bencana dibutuhkan waktu hingga enam jam, dengan berjalan kaki dan melintasi medan berat.
"Korban diperkirakan ada 22 orang, terdiri dari 18 orang sudah dievakuasi dan empat orang lagi dalam perjalanan. Yang sudah keluar sembilan orang meninggal, enam luka berat, dan tiga luka sedang," jelas Kalaksa BPBD Solok Irwan Efendi.
Sedangkan yang dalam perjalanan dari TKP ada empat korban, terdiri dari dua meninggal dan dua luka berat.Operasi pencarian masih terus berlangsung, dengan harapan korban yang hilang atau tertimbun segera ditemukan. (infopblik/mus)
0 Komentar