Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Boleh Diabaikan: Cegah Pikun Sejak Muda

PASAMAN BARAT, kiprahkita.com Pikun atau penurunan fungsi memori tidak hanya dialami oleh orang tua. Ahli kesehatan menekankan bahwa kebiasaan hidup sehari-hari sejak muda bisa membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah menurunnya kemampuan kognitif di kemudian hari. 

Kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan untuk menjaga otak tetap tajam sejak usia muda seperti rutin melakukan aktivitas fisik – olahraga teratur dapat juga meningkatkan aliran darah ke otak serta mendukung fungsi kognitif secara keseluruhan. 

Aktivitas yang melibatkan otak – kegiatan seperti membaca, bermain strategi, atau belajar keterampilan baru merangsang koneksi saraf dan memperkuat “cadangan kognitif”. 

Habiskan waktu bersama orang lain  seperti interaksi sosial yang aktif dikenal membantu menjaga fungsi ingatan dan suasana hati. Menerapkan hidup yang teratur – Pola hidup yang teratur, termasuk tidur dan jadwal harian yang konsisten, mendukung proses konsolidasi memori di otak.  Mengelola stres – Mengurangi stres melalui relaksasi seperti meditasi atau hobi membantu mengurangi dampak buruk hormon stres pada otak. 

Pola makan sehat juga– Konsumsi makanan bergizi, seperti sayuran, buah, ikan, dan lemak sehat, dapat mendukung fungsi otak jangka panjang. Hindari kebiasaan buruk – Mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok membantu menjaga kesehatan pembuluh darah serta menurunkan risiko gangguan kognitif. bengkulu.navigasi.co.id

Para ahli menjelaskan meskipun tidak ada jaminan mutlak mencegah pikun, kombinasi gaya hidup sehat ini terbukti mendukung otak tetap aktif dan kuat seiring bertambahnya usia. 

Pikun atau penurunan kapasitas memori bukan sekadar “lupa biasa.” Ia adalah proses neurobiologis yang berakar pada berbagai faktor gaya hidup—dan bukti ilmiah kini semakin tegas menunjukkan bahwa kita bisa mencegahnya bahkan sejak usia muda dengan kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun kuat.

Intinya mencegah pikun tidak harus revolusioner, tetapi harus konsisten. Kebiasaan harian kecil yang dilakukan sejak dini bukan hanya menjaga otak tetap tajam, tetapi juga memperkecil risiko gangguan kognitif di masa tua. Berikut inti dari kebiasaan tersebut yang diperkuat oleh banyak penelitian:

1. Aktif Bergerak: More Blood, More Brain Power

Aktivitas fisik bukan hanya untuk tubuh — ia menstimulasi aliran darah ke otak, membantu pertumbuhan sel baru, dan mendukung fungsi memori. Latihan sederhana seperti jalan cepat, bersepeda, atau olahraga ringan setidaknya 150 menit per minggu dapat menjaga struktur dan konektivitas otak. Mayo Clinic

2. Tidur Berkualitas: Otak Menjadi Lebih Tajam Saat Kita Nyenyak

Tidur bukan waktu istirahat semata. Di saat tidur, otak melakukan “pembersihan” toksin, mengkonsolidasikan memori, dan memperbaiki fungsi seluler. Kurang tidur kronis telah berkaitan dengan penurunan kognitif lebih cepat dan risiko demensia yang lebih tinggi. Alzheimer’s Association

3. Diet Pintar: Nutrisi adalah Bahan Bakar Memori

Memilih makanan yang benar adalah investasi bagi otakmu. Pola makan kaya buah beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan berlemak, dan minyak zaitun menyediakan antioksidan dan lemak sehat yang mendukung neuron dan mengurangi peradangan. Diet seperti MIND atau Mediterania secara konsisten dihubungkan dengan risiko gangguan kognitif yang lebih rendah. Harvard Health

4. Latih Otakmu: Menantang Itu Kunci

Otak adalah otot yang harus dilatih. Belajar keterampilan baru, membaca, teka-teki, permainan strategi, atau bahkan hobi kreatif memicu neuroplastisitas — kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru yang penting bagi memori dan fleksibilitas berpikir. Alzheimer’s Association

5. Jaga Hubungan Sosial: Otak Tak Pernah Maksimal Sendiri

Interaksi sosial menciptakan stimulasi mental kompleks—menggabungkan memori, emosi, dan strategi berpikir. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terhubung secara sosial cenderung memiliki penurunan kognitif yang lebih rendah dibanding orang yang terisolasi. Mayo Clinic

6. Kelola Stress: Pikiran Tenang, Memori Optimal

Stres kronis melepaskan hormon seperti kortisol yang dapat merusak hippocampus — pusat memori di otak. Teknik relaksasi seperti meditasi, napas dalam, atau aktivitas mindful dapat menjadi “asuransi kognitif” yang tak kalah pentingnya dibanding latihan fisik. Healthy Lifestyle

7. Hindari Kebiasaan Berisiko: Rokok, Alkohol Berlebihan, Pola Makan Buruk

Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi gula atau makanan olahan, serta gaya hidup sedentari telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan memori dan demensia. Menolak kebiasaan ini adalah bagian dari pencegahan aktif. Harvard Health

Pencegahan Dimulai dari Pilihan Kecil

Kebiasaan sederhana seperti bergerak lebih, tidur cukup, dan makan makanan bergizi mungkin terdengar klise—tapi di balik kesederhanaannya tersimpan dampak besar bagi kesehatan otak jangka panjang. Pencegahan pikun bukan sekadar menghindari lupa; ia tentang membangun kapasitas mental yang kuat, adaptif, dan tahan terhadap tekanan usia.

Ketimbang menunggu gejala, pencegahan sejak muda adalah strategi paling efektif — dan ironisnya, yang seringkali paling mudah untuk dilakukan. BS*

Posting Komentar

0 Komentar