MUSPIM II PWM Sumbar Teguhkan Komitmen Kepemimpinan dan Program Persyarikatan 2026

JAKARTA, kiprahkita.com Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat menggelar Musyawarah Pimpinan (Muspim) II di Kabupaten Sijunjung dengan tema “Meneguhkan Komitmen Kepemimpinan dan Program Persyarikatan 2026.” Kegiatan ini diketuai oleh Marhadi Efendi, M.Si dan dihadiri sejumlah pimpinan daerah serta tokoh Muhammadiyah se-Sumatera Barat.



Acara turut dihadiri Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, sementara Bupati Sijunjung berhalangan hadir karena tengah menunaikan ibadah umrah. Ketua PDM Sijunjung Usman Gumanti mendapat apresiasi atas sambutan dan pelayanan kepada seluruh tamu undangan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati dinilai memiliki kedekatan historis dengan Muhammadiyah serta dikenal sabar dan berpengalaman memimpin daerah selama dua periode.

Muspim merupakan forum musyawarah tertinggi setelah Musyawarah Wilayah (Musywil). Dalam forum ini ditegaskan bahwa sisa masa kepemimpinan periode saat ini tinggal sekitar dua tahun, sehingga diperlukan percepatan program dan penentuan prioritas kerja. Sejumlah persoalan yang mengemuka antara lain kepemimpinan yang belum efektif, komunikasi antar pimpinan yang kurang cair, serta masih adanya sekat struktural di internal organisasi.

Data perkembangan Muhammadiyah di Sumatera Barat menunjukkan capaian 165 cabang dan 833 ranting dari sekitar 1.200 nagari, kelurahan, dan desa. Perkembangan signifikan terjadi di Dharmasraya yang bertambah dari empat menjadi tujuh cabang, termasuk di wilayah Timpeh dan Koto Salak.

Dalam bidang aset dan infrastruktur, dibahas pemanfaatan lahan bekas PT Sumatex Subur di Rimbo Data Padang seluas sekitar 18 hektare untuk pembangunan gedung representatif. Selain itu, PWM Sumbar juga menerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi dari PP Muhammadiyah sebesar Rp3,5 miliar untuk satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat. Pengelolaan sertifikat wakaf juga disebut telah tertata melalui Majelis Wakaf PWM.

Sejumlah program strategis turut menjadi sorotan, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman dengan BPJS dengan iuran Rp16 ribu per bulan, serta peluang keterlibatan Muhammadiyah dalam program pemerintah Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan dapur komunitas. Gerakan Satu Miliar untuk pembangunan Sekolah Dasar di Mentawai juga menjadi agenda penting yang akan digerakkan melalui penggalangan dana selama bulan Ramadan.

Di sektor pendidikan tinggi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melaporkan jumlah mahasiswa aktif sekitar 3.200 orang dan lebih dari 500 mahasiswa pascasarjana. PDM di seluruh daerah didorong untuk intensif menyosialisasikan UMSB kepada calon mahasiswa baru. Sementara di Padang Panjang, pemindahan FKIP dilakukan guna menghindari benturan aktivitas antara santri dan mahasiswa, seiring meningkatnya jumlah santri Kauman yang telah mencapai sekitar 800 orang.

Penguatan ideologi dan dakwah juga menjadi perhatian utama. PWM menekankan pentingnya pelaksanaan pengajian pimpinan minimal dua kali sebulan di setiap tingkatan, serta pendalaman materi Risalah Islam Berkemajuan dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Lembaga Dakwah Komunitas yang dipimpin Prof. Eka Putra Wirman disebut terus memperluas jangkauan dakwah di tengah masyarakat.

Muspim II PWM Sumbar ditutup dengan penegasan perlunya kolaborasi, percepatan program prioritas, serta penguatan kepemimpinan organisasi agar Muhammadiyah Sumatera Barat semakin kokoh dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial kemasyarakatan. Selain itu, muncul pula harapan agar Muktamar Muhammadiyah tahun 2032 dapat diselenggarakan di Sumatera Barat. Abr*

Posting Komentar

0 Komentar