Kelas menggambar di Perpustakaan Kota Bukittinggi menjadi salah satu cara mengenalkan perpustakaan dan budaya literasi kepada anak sejak usia dini. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan minat dan bakat.
Sekitar 20 siswa SD kelas I hingga VI mengikuti kelas menggambar di ruang pelatihan lantai III Perpustakaan Kota Bukittinggi, Jalan Perwira III, Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan digelar dalam tiga kali pertemuan, setiap Jumat mulai pukul 13.30 WIB, dengan pendampingan dua mentor. Pada pertemuan perdana, peserta diperkenalkan dengan teknik dasar menggambar menggunakan pola sederhana, seperti lingkaran, persegi, dan berbagai bentuk dasar lainnya.
Salah seorang orang tua peserta, Putri, mengatakan dirinya mendaftarkan putrinya, Nadira, yang duduk di kelas I SD, karena melihat minat dan bakat anaknya dalam menggambar.
Selama ini, Putri mengaku kesulitan menemukan wadah yang sesuai untuk menyalurkan kemampuan tersebut.
“Anak memang sudah suka menggambar dan ada bakat. Selama ini kami bingung untuk menyalurkan bakat anaknya di mana dan ke mana,” ujar Putri.
Menurutnya, kelas tersebut memberikan pembelajaran yang lebih terarah karena anak mendapatkan bimbingan langsung dari mentor. Peserta juga memiliki kesempatan berinteraksi dan belajar bersama anak-anak lain.
Kegiatan itu turut melatih kemandirian peserta. Orang tua tidak diperbolehkan masuk ke ruang kelas sehingga harus menunggu anak dari luar selama proses pembelajaran berlangsung.
Bagi Putri, penyelenggaraan kelas di perpustakaan memberikan manfaat tambahan. Anak menjadi lebih familiar dengan lingkungan perpustakaan, buku, serta berbagai aktivitas literasi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan digelar secara berkelanjutan dengan materi yang semakin beragam.
“Kegiatannya bagus dan susunan acaranya juga rapi. Harapannya kelas seperti ini bisa diperbanyak, dilaksanakan berkelanjutan, dan ilmu yang didapat anak lebih banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk masa depan,” katanya.
Orang tua peserta lainnya, Maryam, juga mengaku anaknya, Zaynab, yang duduk di kelas I SD, menikmati kegiatan tersebut. Selain belajar menggambar, anak-anak dapat bertemu teman baru dan mengikuti proses belajar secara berkelompok.
Kelas menggambar tersebut memperluas fungsi Perpustakaan Kota Bukittinggi sebagai ruang belajar dan pengembangan anak. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca atau meminjam buku, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, serta kemampuan bersosialisasi anak.*

0 Komentar