Minat sekolah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat terus meningkat. Dari target awal lima sekolah, kini sekitar 10 sekolah telah menjalin kerja sama untuk mendukung kegiatan literasi dan layanan peminjaman buku.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, Resky, mengatakan sekolah yang telah bekerja sama dapat meminjam hingga 300 buku dengan masa peminjaman selama dua bulan. Ketentuan tersebut mengacu pada nota kesepahaman (MoU) antara perpustakaan dan sekolah.
“Target kita lima, sekarang sudah di atas target. Kondisinya buku kita terbatas, sedangkan peminatnya cukup banyak,” kata Resky.
Selain layanan peminjaman buku, sejumlah sekolah juga rutin berkunjung ke perpustakaan untuk melaksanakan kegiatan outing class. Kunjungan tersebut diisi dengan aktivitas membaca, pengenalan layanan perpustakaan hingga kegiatan di studio mini.
“Biasanya kami sambut dengan kegiatan membaca, pengenalan perpustakaan, kemudian lanjut ke studio mini. Semacam program kecil yang kami siapkan di depan,” ujarnya.
Resky menyebut jumlah pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pelajar masih menjadi kelompok pengunjung yang dominan, terutama siswa SMA yang datang untuk mengikuti kunjungan maupun kegiatan literasi.
Perpustakaan juga menyediakan ruang anak dan klinik perpustakaan. Dalam pelaksanaan sejumlah kegiatan, peserta mendapat pendampingan dari pembina, termasuk siswa magang yang ditempatkan di perpustakaan.
Sementara itu, Kepala Program Perpustakaan Daerah Pasaman Barat, Agustia Mondra, mengatakan pengembangan budaya literasi juga menyasar pustakawan sekolah dan guru.
Menurutnya, pustakawan sekolah diundang dalam berbagai kegiatan literasi untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas.
“Kami biasanya mengundang pustakawan sekolah. Tujuannya untuk menambah wawasan dan menaikkan semangat pustakawan,” katanya.
Tak hanya menyasar pelajar, Perpustakaan Daerah Pasaman Barat sebelumnya juga menjalankan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bagi masyarakat umum.
Salah satu kegiatan yang pernah digelar sekitar dua tahun lalu adalah pelatihan merajut. Peserta diajarkan membuat tas hingga berbagai hiasan dari hasil rajutan.
Mondra mengatakan sejumlah peserta kemudian mampu menjual produk hasil pelatihan tersebut. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dari kegiatan perpustakaan dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang memberikan manfaat ekonomi.
“Alhamdulillah, yang ikut pelatihan sudah ada yang bisa menjual hasil rajutannya. Jadi hasil dari pelatihan itu bisa dikembangkan,” ujarnya.
Saat ini, aktivitas perpustakaan lebih banyak diarahkan melalui kerja sama dengan sekolah seiring meningkatnya kunjungan dan permintaan layanan. Koleksi yang banyak diminati pengunjung antara lain buku sastra, teknologi dan sains.
Namun, peningkatan minat tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan koleksi buku. Perpustakaan berharap dukungan untuk pengembangan layanan dan penambahan koleksi, termasuk kemudahan dalam proses akreditasi.
Untuk memperluas jangkauan layanan, perpustakaan keliling juga direncanakan masuk dalam program pada 2027. Layanan tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki kesempatan datang langsung ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Pasaman Barat.*

0 Komentar