Pendekatan Studi Islam: Sejarah Perkembangan Studi Islam: Klasik, Pertengahan, Modern, dan Kontemporer

Yusriana 

Mahasiswa Pascasarjana UM Sumbar 

Pendekatan Studi Islam: RPS 3

Sejarah Perkembangan Studi Islam: Klasik, Pertengahan, Modern, dan Kontemporer

Pendahuluan

PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Studi Islam merupakan kajian tentang ajaran, pemikiran, dan kehidupan umat Islam yang terus berkembang sepanjang sejarah. Perkembangannya dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, budaya, serta kemajuan ilmu pengetahuan. Secara umum, perkembangan Studi Islam dapat dipahami melalui empat periode, yaitu klasik, pertengahan, modern, dan kontemporer.



Pembahasan

1. Periode Klasik

Periode klasik ditandai oleh berkembangnya ilmu-ilmu keislaman, seperti tafsir, hadis, fikih, dan ilmu kalam. Para ulama berperan penting dalam menjelaskan, mengembangkan, dan menyebarkan ajaran Islam. Pada masa ini, ilmu pengetahuan juga berkembang dalam bidang filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi.


Sebagai contoh, perkembangan Studi Islam pada periode klasik terlihat dari karya para ilmuwan Muslim. Imam Bukhari menyusun Sahih al-Bukhari dalam bidang hadis, Imam Syafi’i mengembangkan dasar-dasar hukum Islam melalui Al-Risalah, dan Al-Tabari menulis karya tafsir Al-Qur’an. Selain itu, Ibnu Sina berkontribusi dalam bidang kedokteran, sedangkan Al-Khwarizmi mengembangkan ilmu aljabar. Hal ini menunjukkan bahwa periode klasik merupakan masa penting bagi perkembangan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan.


2. Periode Pertengahan

Pada periode pertengahan, ilmu-ilmu Islam semakin tersusun secara sistematis melalui lembaga pendidikan, seperti madrasah, serta perkembangan karya-karya ulama. Meskipun sejumlah wilayah mengalami kemunduran politik, tradisi keilmuan Islam tetap berlangsung dan berkembang di berbagai pusat peradaban.


Sebagai contoh, perkembangan Studi Islam pada periode pertengahan terlihat dari berdirinya Madrasah Nizamiyah di Baghdad pada abad ke-11 sebagai pusat pendidikan Islam. Pada masa ini, tradisi keilmuan juga berkembang melalui karya para ulama, seperti Imam an-Nawawi dalam bidang hadits dan akhlak, Ibnu Rusyd dalam bidang fikih dan filsafat, serta Ibnu Khaldun melalui Al-Muqaddimah yang membahas sejarah dan peradaban. Hal tersebut menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam tetap berkembang melalui lembaga pendidikan dan karya-karya ilmiah.


3. Periode Modern

Periode modern ditandai oleh munculnya gerakan pembaruan Islam sebagai respons terhadap kolonialisme, perubahan sosial, dan perkembangan ilmu pengetahuan Barat. Tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh mendorong kebangkitan umat Islam melalui pembaruan pemikiran, pendidikan, dan kehidupan sosial.


Sebagai contoh, perkembangan Studi Islam pada periode modern terlihat dari gerakan pembaruan yang dipelopori oleh Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Rasyid Ridha. Al-Afghani menekankan persatuan umat Islam, sedangkan Muhammad Abduh mendorong pembaruan pendidikan dan pemikiran Islam. Di Indonesia, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada 1912 sebagai salah satu bentuk pembaruan Islam melalui pendidikan dan kegiatan sosial. Gerakan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam.


4. Periode Kontemporer

Pada periode kontemporer, Studi Islam berkembang dengan menggunakan berbagai pendekatan, termasuk sejarah, sosiologi, antropologi, dan filsafat. Kajian Islam juga berusaha menjawab persoalan masa kini, seperti globalisasi, teknologi digital, pendidikan, dan hubungan antarbudaya.


Sebagai contoh, perkembangan Studi Islam pada periode kontemporer terlihat melalui pemikiran M. Amin Abdullah yang mengembangkan pendekatan integrasi-interkoneksi antara ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu, Quraish Shihab melalui Tafsir Al-Mishbah berupaya menjelaskan pesan Al-Qur’an dengan mempertimbangkan konteks kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi digital juga memungkinkan kajian Islam dilakukan melalui jurnal ilmiah, perpustakaan digital, dan berbagai media pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa Studi Islam terus berkembang untuk menjawab persoalan masyarakat modern.


Penutup

Sejarah perkembangan Studi Islam menunjukkan bahwa kajian keislaman terus mengalami perubahan sesuai dengan tantangan zaman. Periode klasik menonjol dalam pembentukan ilmu-ilmu Islam, periode pertengahan dalam penguatan tradisi keilmuan, periode modern dalam pembaruan pemikiran, dan periode kontemporer dalam pengembangan pendekatan multidisipliner. Memahami perkembangan ini membantu mahasiswa mengkaji Islam secara historis, kritis, dan kontekstual.


Daftar Pustaka

Safiurrokhmah, N., Khoirot, S., Falahah, H., & Mahbubi, M. (2026). Perkembangan pemikiran Studi Islam hari klasik hingga kontemporer. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 3(2), 13–25. https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/1063

Tadjuddin, M. S., Mohd. Sani, M. A., & Yeyeng, A. T. (2016). Dunia Islam dalam lintasan sejarah dan realitasnya di era kontemporer. Al-Fikr: Jurnal Pemikiran Islam, 20(2), 345–358. https://doi.org/10.24252/jumdpi.v20i2.2325

Nova Yus Tika Rahel 

Mahasiswa mampu memahami Sejarah Perkembangan Studi Islam,  Ketepatan dalam menganalisis Studi Islam klasik, pertengahan, modern, dan kontemporer, RPS Nomor 3.

Posting Komentar

0 Komentar