Pokja Bunda PAUD Padangsidimpuan Ingatkan Pembelajaran Usia Dini Harus Mengedepankan Bermain dan Menyenangkan

 


Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI di Aula Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Sabtu (26/9/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD). Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pengajar dan pengelola serta penguatan kolaborasi lintas sektor.


Mewakili Wali Kota Padangsidimpuan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Irda Mairani, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi sejak awal.





Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan mengatakan usia dini bukan hanya menjadi masa untuk mengenalkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga membangun kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian, sopan santun, serta rasa percaya diri.


“Guru PAUD memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, dibutuhkan dedikasi dalam mendampingi dan mendidik anak-anak,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, guru, orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak.


Sementara itu, Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Padangsidimpuan, Hj. Minta Ito Daulay, SE, M.M., menyampaikan apresiasi atas perjalanan HIMPAUDI yang telah memasuki usia ke-21. Ia berharap HIMPAUDI semakin berkembang, solid dan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah maupun organisasi profesi lainnya.


Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD menekankan agar pengembangan PAUD tidak hanya berfokus pada tenaga pendidik, tetapi juga pengelola satuan PAUD. Kebutuhan guru dan pengelola perlu diinventarisasi agar program yang dilaksanakan benar-benar mendukung peningkatan kualitas PAUD.


Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD juga mengingatkan agar pembelajaran di PAUD berlangsung sesuai tahap perkembangan anak, dengan mengedepankan kegiatan bermain yang menyenangkan.


“PAUD bukan waktunya untuk memaksakan anak harus pandai membaca dan menulis. Kita fokuskan bagaimana pembelajarannya menyenangkan serta membentuk generasi berkualitas.*


Posting Komentar

0 Komentar