TANAH DATAR, kiprahkita.com –Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan pemanfaatan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) untuk sektor pendidikan tahun 2026 dalam audiensi bersama insan pers, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program pembangunan pendidikan di Kabupaten Tanah Datar.
Audiensi tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Datar, Dedi Tri Widono, dengan menghadirkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mulkhairi, sebagai pemapar terkait pelaksanaan program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang didukung dana TKD.
Dalam pemaparannya, Mulkhairi menjelaskan bahwa sekitar Rp3,2 miliar dana TKD dimanfaatkan untuk mendukung program prioritas peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tahun 2026. Pemanfaatan dana tersebut mencakup rehabilitasi bangunan sekolah, pembangunan ruang kelas, pembangunan fasilitas sanitasi, serta pengadaan mebel sekolah.
“Melalui audiensi ini, kami menyampaikan informasi mengenai pemanfaatan dana TKD untuk sektor pendidikan, termasuk kegiatan yang dilaksanakan dan perkembangan pekerjaannya. Kami berharap informasi ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Tanah Datar,” ujar Mulkhairi.
Ia menjelaskan, sejumlah pekerjaan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah mencapai progres fisik 100 persen, di antaranya rehabilitasi gedung eks UPT SMPN 5 Batusangkar dan rehabilitasi pagar UPT SMPN 1 Batipuh Selatan.
Sementara itu, pada jenjang Sekolah Dasar (SD), pekerjaan yang telah mencapai progres fisik 100 persen meliputi rehabilitasi ruang UKS dan perpustakaan UPT SDN 17 Lubuk Jantan, pembangunan ruang kelas baru UPT SDN 05 Bungo Tanjuang, serta rehabilitasi ruang kelas di UPT SDN 09 Batipuah Baruah, UPT SDN 04 Tepi Selo, dan UPT SDN 13 Tanjung Barulak Batipuh.
Pekerjaan lainnya yang juga telah rampung meliputi pembangunan toilet UPT SDN 05 Bungo Tanjuang serta pembangunan dam dan pagar di UPT SDN 01 Koto Laweh dan UPT SDN 14 Limo Kaum.
Menurut Mulkhairi, penyampaian informasi mengenai program dan progres pelaksanaan pekerjaan tersebut merupakan bagian penting agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah.
“Pelaksanaan kegiatan tetap mengacu pada perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Kami berharap peningkatan fasilitas ini dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Datar, Dedi Tri Widono, menegaskan bahwa audiensi bersama insan pers merupakan salah satu ruang komunikasi antara pemerintah dan media untuk menyampaikan informasi publik secara terbuka dan bertanggung jawab.
Menurutnya, keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan penyampaian hasil program, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pelaksanaan kebijakan dan penggunaan anggaran pemerintah.
“Kami ingin masyarakat memperoleh informasi yang lengkap, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait pengelolaan Transfer Keuangan Daerah untuk sektor Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui komunikasi dan audiensi seperti ini, diharapkan informasi mengenai program pemerintah dapat tersampaikan secara utuh, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami pelaksanaan pembangunan di daerah.
“Rekan-rekan media memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui informasi yang terbuka, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (Tim IKP)*

0 Komentar