PANJANG PANJANG, kiprahkita.com –Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan membangun flyover di kawasan Pasar Padang Luar, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) sebagai solusi permanen atas kemacetan kronis yang sudah berlangsung puluhan tahun di lokasi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade usai meninjau langsung lokasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, Gubernur Sumbar Mahyeldi, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi. Kawasan Pasar Padang Luar dikenal padat kendaraan setiap hari karena aktivitas pasar sayur yang tinggi, terutama pada jam distribusi logistik.
![]() |
| Foto: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI H Andre Rosiade menemui Menhut Raja Juli Antoni untuk mendorong percepatan terbitnya IPPKH bagi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. (dok Istimewa) |
Andre menyatakan bahwa secara teknis desain flyover sudah siap dieksekusi, namun saat ini masih ada proses administrasi terkait pembebasan lahan, termasuk sekitar 2 hektare lahan yang berada di atas aset PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia optimistis bahwa tantangan tersebut bisa diselesaikan karena proyek ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah.
Andre juga berencana mengajak Gubernur dan Bupati Agam untuk bertemu dengan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam waktu dekat guna mempercepat proses pelepasan lahan. Targetnya, pembangunan flyover dapat dimulai pada 2027, setelah urusan lahan selesai.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek ini dan berharap pemerintah daerah terlibat aktif dalam percepatan pembebasan lahan. Gubernur Mahyeldi menambahkan bahwa pihaknya akan memaksimalkan upaya menyelesaikan pembebasan lahan masyarakat untuk mendukung pembangunan flyover tersebut.
Kemacetan puluhan tahun di kawasan Pasar Padang Luar bukan lagi sekadar cerita harian pengguna jalan, melainkan realitas yang membentuk wajah transportasi Sumatera Barat. Di jalur strategis Padang Panjang–Bukittinggi—urat nadi ekonomi, logistik, dan mobilitas masyarakat—tumpukan kendaraan di sekitar pasar telah lama menjadi penghambat laju distribusi barang, aktivitas perdagangan, dan kenyamanan warga. Dalam konteks inilah, rencana pembangunan flyover di Pasar Padang Luar patut disambut sebagai langkah penting dan relevan.
Flyover bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol keberanian negara hadir menyelesaikan masalah klasik yang terlalu lama dibiarkan. Untuk jalur Padang Panjang–Bukittinggi, keberadaan flyover akan memberi dampak langsung: arus kendaraan antarkota menjadi lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien, dan biaya logistik dapat ditekan. Bagi pedagang, sopir angkutan, hingga masyarakat yang bergantung pada jalur ini setiap hari, kelancaran lalu lintas bukan kemewahan—melainkan kebutuhan dasar.
Dukungan terhadap pembangunan flyover juga berarti mendukung peningkatan daya saing wilayah. Bukittinggi sebagai kota wisata dan Padang Panjang sebagai simpul pendidikan dan distribusi membutuhkan konektivitas yang andal. Ketika jalur utama terbebas dari kemacetan kronis, potensi ekonomi lokal akan bergerak lebih dinamis. Wisatawan tidak lagi “lelah di jalan”, distribusi sayur dan bahan pangan dari sentra produksi menjadi lebih cepat, dan aktivitas antarwilayah bisa tumbuh secara sehat.
Memang, proyek besar selalu datang dengan tantangan—mulai dari pembebasan lahan hingga pengelolaan anggaran. Namun, tantangan tersebut seharusnya menjadi alasan untuk memperkuat tata kelola, bukan mengerem kemajuan. Selama prosesnya dilakukan secara transparan, adil, dan melibatkan masyarakat, pembangunan flyover justru bisa menjadi contoh bagaimana infrastruktur modern dibangun tanpa mengorbankan kepercayaan publik.
Yang tak kalah penting, flyover Pasar Padang Luar seharusnya dipandang sebagai bagian dari solusi jangka panjang transportasi Sumatera Barat, bukan proyek yang berdiri sendiri. Ia bisa menjadi pemicu penataan ulang kawasan pasar, pengaturan lalu lintas yang lebih manusiawi, serta integrasi dengan transportasi umum di masa depan. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya terasa sesaat, tetapi berkelanjutan.
Pada akhirnya, mendukung pembangunan flyover di Pasar Padang Luar berarti mendukung masa depan mobilitas Padang Panjang–Bukittinggi yang lebih lancar, adil, dan produktif. Ini bukan soal mercusuar politik, melainkan soal keberpihakan pada kebutuhan riil masyarakat yang sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan kemacetan. Dan untuk wilayah sepenting ini, langkah maju seperti flyover bukan hanya layak—tetapi memang sudah waktunya. Detiknews*
Baca Juga
Padang Pariaman Resmi Lantik 15 Penjabat Wali Nagari Persiapan, Dorong Percepatan Pelayanan, dan Pembangunan | http://www.kiprahkita.com/2026/02/padang-pariaman-resmi-lantik-15.html

0 Komentar