TANAH DATAR, kiprahkita.com –Tingginya kepedulian para perantau terhadap kampung halaman menjadi pendorong lahirnya Ikatan Perantau Kapuah Seluruh Indonesia (IPKSI). Hal ini ditandai dengan pengukuhan pengurus IPKSI periode 2025–2030 yang digelar di Lapangan Bola SMPN 4 Batipuh, Jorong Kapuah, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Rabu (25/3/2026).
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kontribusi perantau dalam pembangunan nagari. Ia menilai keberadaan IPKSI menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat di ranah dan perantau.
“Kehadiran IPKSI sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam menyampaikan dan menyelaraskan program antara perantau, pemerintah, dan masyarakat di kampung halaman,” ujar Eka Putra.
Ketua IPKSI terpilih, Drs. H. Darman Kt. Kayo, mengungkapkan bahwa sekitar 30 hingga 40 persen masyarakat Kapuah Bungo Tanjuang saat ini berada di perantauan dengan beragam latar belakang pendidikan dan profesi. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan potensi besar yang harus disatukan.
“Kalau kita bersatu, potensi ini akan menjadi kekuatan untuk memajukan kampung halaman. Tanpa kebersamaan, sulit bagi kita untuk berkembang,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya organisasi tersebut, sekaligus memohon doa agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kapuah.
Sementara itu, Wali Nagari Bungo Tanjuang, Yudhistira Anuggrah, menyebutkan bahwa nagari memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, khususnya komoditas durian. Ia berharap Kapuah dapat dikembangkan sebagai sentra pengelolaan durian guna meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi durian ini sangat besar. Jika dikelola dengan baik, kita bisa menjadikan Kapuah sebagai pusat pengolahan durian dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan potensi nagari tersebut akan melibatkan peran aktif para perantau, dengan komunikasi yang terus dibangun antara ranah dan rantau.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Eka Putra menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan sentra durian. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perantau dan masyarakat lokal dalam merumuskan konsep yang matang.
“
Silakan didiskusikan bersama antara ranah dan rantau. Jika konsepnya sudah jelas, pemerintah siap mendukung dan memfasilitasi,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Eka Putra memberikan apresiasi tinggi kepada para perantau Kapuah yang dinilainya memiliki kesadaran kuat terhadap kemajuan kampung halaman. Ia berharap sinergi antara perantau, masyarakat, dan pemerintah dapat terus diperkuat demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Tanah Datar Yonarlis, Kadis Kominfo Dedi Tri Widodo, Kabag Prokopim Roza Melfita, Camat Batipuh Rifka Akbar, serta sejumlah undangan lainnya. Kominfo TD*
Drs. H. Darman Kt. Kayo, Penggerak Perantau Kapuah yang Satukan Ranah dan Rantau
Nama Drs. H. Darman Kt. Kayo kini menjadi sosok penting di balik terbentuknya Ikatan Perantau Kapuah Seluruh Indonesia (IPKSI). Ia dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode 2025–2030, sebagai representasi kuat dari semangat kebersamaan para perantau Kapuah.
Lahir dan besar dari lingkungan adat Minangkabau di Kapuah, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Darman dikenal sebagai figur yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Gelar adat Kt. Kayo yang disandangnya mencerminkan posisi dan peran penting dalam struktur sosial masyarakat Minang.
Secara akademik, ia menyandang gelar Doktorandus (Drs.), yang menunjukkan latar belakang pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial atau pendidikan. Sementara gelar Haji (H.) menandakan komitmennya dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan, yang juga tercermin dalam kepemimpinannya yang mengedepankan integritas dan amanah.
Sebagai seorang perantau, Darman memahami betul dinamika kehidupan di luar kampung halaman. Ia melihat bahwa sekitar 30 hingga 40 persen masyarakat Kapuah berada di rantau dengan berbagai profesi dan latar belakang pendidikan. Potensi besar inilah yang kemudian ia dorong untuk disatukan dalam satu wadah organisasi.
Baginya, keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan. Ia meyakini bahwa jika seluruh potensi tersebut dihimpun dalam satu visi, maka kontribusi nyata untuk pembangunan kampung halaman akan lebih mudah diwujudkan.
Di bawah kepemimpinannya, IPKSI diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan dan program perantau dengan kebutuhan masyarakat di ranah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap gagasan pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Tak hanya berperan sebagai organisator, Darman juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan terbuka terhadap kolaborasi. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu mengajak seluruh elemen masyarakat, baik di rantau maupun di kampung, untuk bersama-sama membangun Kapuah menjadi nagari yang lebih maju dan sejahtera.
Dengan semangat kebersamaan yang ia gaungkan, Drs. H. Darman Kt. Kayo diharapkan mampu membawa IPKSI menjadi kekuatan baru dalam mendorong pembangunan berbasis perantau—sebuah model kolaborasi khas Minangkabau yang mengakar kuat pada filosofi “dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang”.
0 Komentar